Laman

PNS SUDAH DI BUAT NYAMAN



PNS Sudah Dibuat Nyaman, Harus Mau ke Pedalaman
Tak meratanya distribusi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kutai Kartanegara (Kukar) sangat kentara. Betapa tidak, di beberapa kantor instansi, jumlah pegawai tak sebanding dengan luas ruangan dan jumlah meja yang ada. Bahkan ada satuan kerja perangkat daerah (SKPD/instansi) yang pegawainya dibiarkan tak memiliki meja kerja sendiri atau harus join dengan rekannya.
Seperti pantauan Kaltim Post di Setkab Kukar, kemarin. Setkab Kukar diketahui kelebihan 800 PNS. Di kantor itu, hiruk pikuk aktivitas sejumlah PNS hanya terlihat mondar-mandir di lorong kantor. Seperti saat media ini mencoba mengikuti salah satu pegawai. PNS dari Bagian Administrasi Pertanahan Setkab Kukar mengenakan sandal, tampak beberapa kali hilir mudik di lorong kantor dan kemudian  nongkrong di sebuah kursi tamu. Seolah tak ada kesibukan berarti darinya. Padahal, ketika itu masih jam kerja.
Pemandangan tak jauh beda di lantai dasar kantor Setkab Kukar. Persisnya di lorong pintu masuk menuju Bagian Humas dan Protokol. Di sini ada tujuh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) berseragam dinas yang terlihat melakukan penjagaan. Tak ada yang salah dari aktivitas tersebut, namun pemandangan menjadi lain karena anggota yang berjaga terkesan mubazir. Bahkan ada anggota yang tak kebagian kursi jaga, dan kemudian memilih duduk di kursi tamu.
Sehingga, tamu di kantor itu justru berdiri. Padahal, hampir tak ada tugas yang terlalu berat yang harus mereka kerjakan bersama. Seorang petugas Satpol PP pun juga terlihat sedang asyik menyantap makanan ringan sambil ngobrol bersama rekannya. “Di sini (Setkab) biasanya sampai jam dua atau jam tiga lah. Ya jaga tamu-tamu yang datang atau ada yang bertanya-tanya,” ucap seorang petugas Satpol PP perempuan yang berjalan di sekitar lorong. Diketahui, Satpol-PP juga masuk dalam daftar 10 besar SKPD yang PNS-nya overload.
Pemandangan serupa di Ruang Bagian Kesra Setkab Kukar. Di sini meja kerja satu dan yang lainnya terlihat saling berimpitan. Sehingga, ruang gerak para tamu atau pegawai yang ingin masuk ke ruang tersebut menjadi sedikit sulit. Bahkan, ada beberapa meja yang diisi oleh dua pegawai. “Di sini (Bagian Kesra) enggak semuanya PNS, ada juga yang tenaga harian lepas (THL), jadi ya harus bagi-bagi tempat kerja lah,” ucap seorang pegawai, yang meminta namanya tak disebutkan.
Sedangkan di sekitar lorong Setkab Kukar juga  tampak ada sejumlah pegawai yang terlihat asyik nongkrong sambil menghisap rokok. Padahal, waktu masih jam kerja atau sekira pukul 10.33 Wita. Di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) juga sebelas dua belas. Di sini, dua portir Sekretaris Disdik yang posisi mejanya berada di luar ruangan. Tepatnya berada di lorong depan ruang kerja sekretaris Disdik, lantaran tak memiliki ruangan khusus.
PNS SUDAH NYAMAN
Rencana pemerataan penempatan PNS di Pemkab Kukar memang sedang bergulir. Agenda mutasi besar-besaran pun semakin terang, setelah kalangan DPRD Kukar menyatakan dukungan dan siap mengawal kebijakan Pemkab tersebut. Hal tersebut demi peningkatan kinerja dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Namun demikian, diprediksi dengan berbagai dalih bakal banyak PNS yang tidak rela dimutasi ke pedalaman. Terhadap persoalan ini,
Komisi III DPRD Kukar mengisyaratkan faktor kesejahteraan bisa menengahi masalah itu. “Mereka (PNS, Red) sudah kita buat nyaman dengan tambahan insentif dan kenaikan gaji, yang setujui dalam pembahasan APBD Perubahan baru beberapa waktu," kata Aji Dendy, ketua Komisi III DPRD yang membidangi anggaran. Karena itu, menurut dia, sudah sepatutnya PNS dituntut meningkatkan kinerja dan mesti siap ditempatkan di mana saja. Namun bila memang diperlukan, tak ada salahnya menambah pendapatan pegawai yang bertugas di pedalaman agar mereka betah bekerja. Hanya, payung hukum masalah itu belum tersedia.  Ada peraturan bupati (perbup), tapi masih sebatas mengatur klasifikasi wilayah kerja pegawai yang disebut perkotaan dan pedalaman.
Menurut Dendy, untuk ukuran perkotaan PNS sudah mendapatkan kesejahteraan yang cukup. Yaitu dengan disetujuinya kenaikan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP). Persetujuan tunjangan para PNS di Kukar naik 150 persen melalui pembahasan APBD Perubahan 2012. Nominal tunjangan mulai dari Rp 700 ribu hingga  Rp 4,25 juta di luar gaji pokok dan tunjangan keahlian. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kukar Muhammad Ridha Darmawan menjelaskan, rata-rata gaji pokok yang diterima PNS di seluruh Indonesia sama. Yang membedakan hanya masa kerja dan jumlah tanggungan keluarga. Selain itu, pembedanya adalah tunjangan keahlian atau profesi seperti dokter, guru, dan dosen. Juga ada tunjangan daerah yang berbeda-beda di tiap wilayah